Ada banyak hal dalam hidup yang tidak pernah kita pilih.
Kita tidak memilih lahir dari keluarga seperti apa. Tidak memilih siapa orang tua kita, bagaimana kondisi ekonomi keluarga ketika kita lahir, seperti apa lingkungan tempat kita tumbuh, bahkan banyak kejadian dalam hidup datang tanpa pernah meminta izin terlebih dahulu.
Itulah bagian dari takdir.
Kadang kita menerimanya dengan mudah. Tapi ada juga bagian hidup yang membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai akhirnya kita mampu berkata, “Ya Allah, sekarang aku mulai mengerti.”
Yang Bisa Kita Pilih
Kita mungkin tidak bisa memilih apa yang datang kepada kita. Tetapi kita masih diberikan pilihan tentang bagaimana kita menjalaninya.
Ketika hidup memberikan kesulitan, kita bisa memilih menyerah atau mencoba bertahan.
Ketika seseorang mengecewakan kita, kita bisa terus membawa luka itu atau perlahan belajar memaafkan.
Ketika melakukan kesalahan, kita bisa terus tenggelam dalam penyesalan atau menjadikannya alasan untuk berubah.
Di situlah perjalanan manusia menjadi menarik.
Bukan karena hidup selalu berjalan sesuai keinginan, tetapi karena Allah memberikan kita kesempatan untuk menentukan apa yang akan kita lakukan setelah sesuatu terjadi.
Tidak Semua Harus Dipahami Sekarang
Sering kali kita memaksa diri mencari jawaban terlalu cepat.
“Kenapa harus aku?”
“Kenapa hidupku seperti ini?”
“Kenapa Allah membiarkan ini terjadi?”
Padahal mungkin jawabannya memang belum waktunya kita pahami.
Ada kejadian yang baru terasa hikmahnya setelah bertahun-tahun berlalu. Ada pintu yang tertutup, lalu ternyata mengarahkan kita kepada jalan yang jauh lebih baik. Ada kehilangan yang membuat kita belajar menghargai. Ada kesulitan yang ternyata membentuk diri kita menjadi jauh lebih kuat.
Bukan berarti setiap kesulitan akan langsung terasa indah.
Sedih tetap sedih. Kecewa tetap kecewa. Kehilangan tetap terasa kehilangan.
Islam tidak meminta kita berpura-pura tidak merasakan semuanya.
Tetapi di tengah semua itu, kita belajar satu hal: perjalanan kita belum selesai.
Takdir Bukan Alasan untuk Berhenti
Menerima takdir bukan berarti menjadi pasif.
Justru setelah menerima apa yang tidak bisa kita ubah, kita bisa mulai memperbaiki apa yang masih berada dalam kemampuan kita.
Hari kemarin mungkin tidak bisa diulang.
Tetapi hari ini masih bisa diperbaiki.
Kita tidak bisa memilih bagaimana cerita kita dimulai. Namun selama Allah masih memberikan waktu, selalu ada kesempatan untuk memilih bagaimana kita melanjutkan cerita tersebut.
Mungkin hari ini kita belum sampai di tempat yang kita inginkan.
Tidak apa-apa.
Tetap berjalan.
Karena terkadang tugas kita bukan memahami seluruh rencana Allah sekaligus.
Tugas kita hanyalah melakukan langkah terbaik yang mampu kita lakukan hari ini, kemudian mempercayakan sisanya kepada-Nya.